Tren & Branding Global

Dibalik Transformasi Visual Apple Music: Mengubah Gelombang Suara Nyata Menjadi Identitas Logo

Apple Inc. Oktober 2026

Identitas Visual Baru Apple Music dan Proyek Made by Sound
Apple Music memperbarui tipografi wordmark 'Music' dengan variasi khusus SF Pro dan menciptakan animasi logo berbasis frekuensi suara fisik.

Di tengah maraknya penggunaan grafis komputer 3D (CGI) dan kecerdasan buatan dalam pembuatan logo, Apple mengambil langkah yang unik dan eksperimental untuk penyegaran identitas visual platform streaming musik mereka, Apple Music. Melalui pendekatan berbasis sains dan rekayasa akustik, Apple membuktikan bahwa identitas merek yang kuat dapat lahir dari interaksi fisik antara suara dan materi.

1. Redesain Tipografi Wordmark 'SF Pro'

Secara kasat mata, struktur logo utama Apple Music tidak mengalami perubahan radikal pada bentuk ikon apel (Apple logo). Namun, pembaruan signifikan terletak pada bagian wordmark atau tulisan kata "Music".

Apple merancang bobot (weight) dan lebar (width) khusus dari typeface andalan mereka, SF Pro (San Francisco Pro). Variasi terbaru ini dibuat jauh lebih tebal (bolder) dan proporsional lebih lebar (wider). Langkah ini diambil untuk memberikan keseimbangan visual yang sempurna saat disandingkan dengan ikon apel, sekaligus mempertegas legibilitas (kemudahan terbaca) logo saat ditampilkan pada layar perangkat seluler kecil hingga baliho raksasa.

2. Proyek Eksperimen "Made by Sound": Tanpa Manipulasi CGI

Hal yang paling menyita perhatian industri kreatif adalah pembuatan logo animasi bergerak (visual sting) baru Apple Music. Projek ini diberi tajuk "Made by Sound".

Berbeda dari video promo korporat pada umumnya yang diproses sepenuhnya secara digital, animasi logo Apple Music ini direkam secara langsung (live-action) melalui eksperimen fisika dan reaksi akustik murni di dalam studio:

  • Penggunaan Minyak Mineral: Tim desain menempatkan logo fisik Apple Music berbahan akrilik transparan ke dalam wadah khusus yang diisi oleh cairan mineral oil (minyak mineral). Minyak mineral dipilih karena memiliki tingkat viskositas (kekentalan) dan indeks bias cahaya yang pas, mampu membiaskan cahaya mirip efek kaca cair (liquid glass).
  • Rig Akustik Transduser: Di bawah wadah berisi minyak tersebut, dipasang perangkat transduser gelombang suara berdaya tinggi. Transduser ini mengalirkan getaran frekuensi audio secara langsung ke cairan.
  • Simbal & Pembiasan Cahaya: Saat nada musik dimainkan, getaran fisik dari transduser mendorong minyak mineral hingga membentuk riak, gelombang, serta distorsi visual alami di sekeliling logo fisik tanpa manipulasi piksel buatan.

3. Kolaborasi Strategis dengan Fred again.. & NEST Acoustics

Untuk mengeksecusi visi ini, Apple menggandeng produser dan musisi elektronik ternama asal Inggris, Fred again.., serta firma rekayasa suara profesional NEST Acoustics.

Fred again.. merancang trek musik eksperimental khusus yang memadukan frekuensi nada rendah (bass/sub-bass) dan instrumen organik. Setiap denyut frekuensi suara dari lagu tersebut disesuaikan secara cermat agar memicu pola getaran cairan yang tepat di kamera, menciptakan efek visual dramatis yang sinkron sempurna dengan irama musik.

4. Implementasi pada Ekosistem Apple Music

Pembaruan identitas visual ini diimplementasikan secara menyeluruh di berbagai lini ekosistem digital Apple Music:

  • Intro Sting Konten Eksklusif: Menjadi bumper video resmi pada awal tayangan konser eksklusif Apple Music Live, sesi wawancara artis, dan dokumenter orisinal.
  • Antarmuka Aplikasi (UI): Pembaruan aset visual pada aplikasi iOS, iPadOS, macOS, Android, serta Apple TV.
  • Pemasaran Digital & Out-of-Home: Digunakan pada kampanye iklannya di media sosial maupun layar billboard digital interaktif di kota-kota besar dunia.

Langkah Apple Music ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi desain terbaik sering kali lahir ketika teknologi modern berpadu harmonis dengan esensi seni dan elemen fisika murni.